.
Tampilkan postingan dengan label [Tips-Tips]. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label [Tips-Tips]. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Mei 2016

7 Teknik Mempertahankan Diri Paling Sederhana

Saat ini berita tentang kekerasan sepertinya makin banyak terjadi dimana-mana. Jalanan bukan lagi tempat yang aman karena orang-orang dengan niat buruk seolah selalu siap untuk menyerang dan melukai mereka yang nggak waspada.

Bukan hal yang buruk untuk belajar teknik-teknik mempertahankan diri. Berikut ini beberapa trik sederhana yang bisa kamu lakukan untuk bertahan atau setidaknya sekadar mencuri waktu untuk berlari dan minta pertolongan.

1. Melepaskan Diri Dari Genggaman Tangan
[​IMG]​

Saat seseorang mencengkeram tanganmu, jangan menariknya karena genggamannya nggak akan terlepas begitu saja hanya dengan ditarik. Putar pergelangan tanganmu agar posisi ibu jarimu sejajar dengan genggamannya kemudian sentak dengan cara menekuk siku dengan cepat.

2. Tendang Bagian Lutut
[​IMG]​

Salah satu cara lain yang bisa kamu lakukan adalah menendang lutut dari seseorang yang menyerangmu. Tingkat kesuksesan teknik ini lebih tinggi daripada menyerang wajah atau area selangka karena hampir tidak mungkin seseorang bisa melindungi lututnya dengan tangan. Gerakan ini cukup memberimu waktu untuk kabur dan meminta pertolongan.

3. Menyerang Area di Antara Telinga dan Leher
[​IMG]​

Daerah di antara telinga dan leher juga cukup sensitif. Serangan ringan saja di daerah tersebut bisa menghasilkan rasa sakit yang luar biasa, bahkan kejang. Sedangkan pukulan yang lebih keras bisa mengakibatkan hilang kesadaran, bahkan kematian!

4. Menyerang Hidung
[​IMG]
​
Teknik lain yang bisa dilakukan saat seseorang menyerang dari depan adalah dengan menyerang hidungnya. Buka tangan dan sentak hidungnya menggunakan telapak tanganmu dari arah depan. Mematahkan hidung dengan cara ini lebih menyakitkan dari pada meninjunya dari samping.

5. Colok Matanya
[​IMG]​

Mencolok mata seseorang memang terlihat seperti cara yang sepele, tapi sebenarnya cukup efektif. Nggak sengaja kecolok saja sudah menyakitkan, bayangkan jika kamu benar-benar mencolok mata penyerangmu dengan sekuat tenaga.

6. Melepaskan Diri dari Cekikan
[​IMG]​

Jika seseorang berusaha mencekikmu, jangan langsung berusaha melepaskan diri dengan meraih tangannya. Sebaliknya, arahkan tanganmu lewat dalam lengan si penyerang dan serang wajahnya. Cari sasaran di area paling sensitif seperti telinga, hidung, tenggorokan, atau khususnya mata. Atau kamu juga bisa menarik lengannya ke bawah dan langsung menendang selangkanya.

7. Manfaatkan Barang yang Kamu Punya
[​IMG]​

Tidak perlu membawa pisau atau senjata tajam sejenisnya. Manfaatkan saja barang berujung tajam yang kamu punya seperti pulpen atau sisir. Ketika ada seseorang yang menyerang, tusuk si penyerang dengan sisi yang tajam di bagian lunak seperti area atas bibir.

Beberapa serangan tersebut memang terlihat sederhana, tapi cukup untuk melumpuhkan lawan dan memberimu waktu untuk kabur. Meski begitu, jika dilakukan dengan cukup keras, beberapa serangan tersebut juga cukup membahayakan karena bisa melumpuhkan dan bahkan mematikan. Karena itu, jangan sembarangan menggunakan teknik ini apalagi untuk perkelahian sepele. Gunakan hanya jika nyawamu benar-benar terancam. Akan lebih baik lagi jika mempelajari seni bela diri yang sesungguhnya secara total.
Source : Kaskus

Selasa, 19 April 2016

LUCU! 10 Karakter NARUTO Ini Dibuat Dari Benda di Sekitar Kita

ika pada umumnya karakter Naruto dibuat secara digital menggunakan komputer. 10 karakter Naruto unik ini hanya dibuat dari barang-barang yang sering kita temui, seperti daun, kacang, earphone, dan masih banyak lagi.

Karakter Naruto Unik

Membuat sebuah hasil karya yang unik tentu tidak perlu menghabiskan banyak uang, salah satu contohnya seperti 10 gambar berikut ini. 10 gambar yang dibuat fanpage Draw 4 Fun ini, dihasilkan dari barang-barang yang sering kita temui.
Mulai dari Naruto yang rambutnya dibuat dari daun, Gaara yang kendi pasirnya dibuat kacang, Orochimaru yang leher ularnya dibuat dari Earphone, Kakashi yang rambutnya dari kulit kerang, dan masih banyak lagi.
Untuk lebih jelasnya, kamu bisa melihat 10 karakter Naruto lucu dibuat dari barang-barang yang sering kita temui berikut ini:

1. Naruto

karakter-naruto-unik-1

2. Sasuke

karakter-naruto-unik-2

3. Sakura

karakter-naruto-unik-3

4. Hinata

karakter-naruto-unik-4

5. Gaara

karakter-naruto-unik-5

6. Lee

karakter-naruto-unik-6

7. Itachi

karakter-naruto-unik-7

8. Kakasih

karakter-naruto-unik-8

9. Obito

karakter-naruto-unik-9

10. Orochimaru

karakter-naruto-unik-10
Itulah 10 karakter naruto unik yang dibuat dari barang-barang di sekitar kita. Ingin mencoba game Naruto keren dengan grafik menakjubkan?
Sumber: Jalan Tikus

Rabu, 23 Maret 2016

Efek Negatif Menggunakan Kertas Koran Sebagai Pembungkus Makanan

Memicu kanker

Spoiler for Memicu kanker:


Demen Bungkus Gorengan pake Kertas Koran??? Baca Ini Gan !!!

Tinta pada kertas koran dapat luruh saat terkena minyak yang ada di gorengan gan.
Semakin lama gorengan bersinggungan dengan tinta tersebut, maka zat dalam tinta akan terserap masuk ke gorengan Agan.
Jika agan makan tuh Gorengan, trus zat kimia tadi masuk ke dalam tubuh,
maka dalam jangka panjang zat yang bersifat Karsinogenik tersebut dapat memicu penyakit Kanker di tubuh Agan. 

Demen Bungkus Gorengan pake Kertas Koran??? Baca Ini Gan !!!

Gak mau kan gan? makan Gorengan sekaligus makan Kertasnya pembungkusnya???
(Gambar di atas cuma Ilustrasi loh gan,,,jangan dicoba di rumah makan kertas  )


Demen Bungkus Gorengan pake Kertas Koran??? Baca Ini Gan !!!


Quote:
Mengganggu Kesehatan Paru-Paru dan Ginjal
Spoiler for Mengganggu kesehatan Paru-Paru dan Ginjal:


Demen Bungkus Gorengan pake Kertas Koran??? Baca Ini Gan !!!

Kertas koran mengandung GRAFIT yang jika tertelan dapat menjadi racun bagi tubuh Agan.
Terlalu lama dan terlalu sering zat tersebut di dalam tubuh Ente, maka tubuh pun tidak akan mampu menghilangkan Racun dan Metabolitnya melalui Ekskresi.

Demen Bungkus Gorengan pake Kertas Koran??? Baca Ini Gan !!!
Demen Bungkus Gorengan pake Kertas Koran??? Baca Ini Gan !!!

Jika terakumulasi secara terus-menerus, maka dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada Paru-Paru dan Ginjal Agan.


Demen Bungkus Gorengan pake Kertas Koran??? Baca Ini Gan !!!

Demen Bungkus Gorengan pake Kertas Koran??? Baca Ini Gan !!!

Quote:
Masalah Pencernaan dan Hormon
Spoiler for Masalah Pencernaan dan Hormon:


Demen Bungkus Gorengan pake Kertas Koran??? Baca Ini Gan !!!

Tinta pada kertas koran mengandung Pelarut Kimia yang dapat terserap pada gorengan Agan.
Akibatnya, dalam jangka pendek dapat berpengaruh pada masalah Pencernaan dan gangguan pada keseimbangan Hormon yang ada di tubuh Agan.

Demen Bungkus Gorengan pake Kertas Koran??? Baca Ini Gan !!!

Kesehatan Pencernaan itu sangat Vital loh gan bagi tubuh. Jangan hanya karena gak mau ribet, Kesehatan ente jadi taruhannya.



Demen Bungkus Gorengan pake Kertas Koran??? Baca Ini Gan !!!


Quote:
Jadi, sekarang apa solusinya dong gan?
Spoiler for Jadi, sekarang apa solusinya Gan?:


Demen Bungkus Gorengan pake Kertas Koran??? Baca Ini Gan !!!

Untuk menyerap minyak berlebih dari gorengan atau makanan yang digoreng tadi, lebih baik Agan gunakan Tisue Dapur atau Handuk Kertas (Kertas Minyak) khusus dapur.
Atau Ente kalau lagi kepepet banget, gunakan aja Kertas Putih Polos dan bukan kertas koran atau kertas bekas yang ada bekas Tulisan / Tinta nya.

Demen Bungkus Gorengan pake Kertas Koran??? Baca Ini Gan !!!

Ingetin Temen atau Saudara Agan,,,agar mereka berhati-hati gan pas beli Gorengan.
Agan Share, Berarti agan Melakukan suatu Kebaikan
Sumber: KasKus

Kamis, 25 Februari 2016

Di Jepang, Sekolah dasar mengajarkan MORAL, di Indonesia mengajarkan ILMU TEKNOLOGI

nak saya bersekolah di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) kota Tokyo, Jepang. Pekan lalu, saya diundang untuk menghadiri acara “open school” di sekolah tersebut. Kalau di Indonesia, sekolah ini mungkin seperti SD Negeri yang banyak tersebar di pelosok nusantara. Biaya sekolahnya gratis dan lokasinya di sekitar perumahan.
Pada kesempatan itu, orang tua diajak melihat bagaimana anak-anak di Jepang belajar. Kami diperbolehkan masuk ke dalam kelas, dan melihat proses belajar mengajar mereka. Saya bersemangat untuk hadir, karena saya meyakini bahwa kemajuan suatu bangsa tidak bisa dilepaskan dari bagaimana bangsa tersebut mendidik anak-anaknya.
Melihat bagaimana ketangguhan masyarakat Jepang saat gempa bumi lalu, bagaimana mereka tetap memerhatikan kepentingan orang lain di saat kritis, dan bagaimana mereka memelihara keteraturan dalam berbagai aspek kehidupan, tidaklah mungkin terjadi tanpa ada kesengajaan. Fenomena itu bukan sesuatu yang terjadi “by default”, namun pastilah “by design”. Ada satu proses pembelajaran dan pembentukan karakter yang dilakukan terus menerus di masyarakat.
Dan saat saya melihat bagaimana anak-anak SD di Jepang, proses pembelajaran itu terlihat nyata. Fokus pendidikan dasar di sekolah Jepang lebih menitikberatkan pada pentingnya “Moral”. Moral menjadi fondasi yang ditanamkan “secara sengaja” pada anak-anak di Jepang. Ada satu mata pelajaran khusus yang mengajarkan anak tentang moral. Namun nilai moral diserap pada seluruh mata pelajaran dan kehidupan.
Sejak masa lampau, tiga agama utama di Jepang, Shinto, Buddha, dan Confusianisme, serta spirit samurai dan bushido, memberi landasan bagi pembentukan moral bangsa Jepang. Filosofi yang diajarkan adalah bagaimana menaklukan diri sendiri demi kepentingan yang lebih luas. Dan filosofi ini sangat memengaruhi serta menjadi inti dari sistem nilai di Jepang.
Anak-anak diajarkan untuk memiliki harga diri, rasa malu, dan jujur. Mereka juga dididik untuk menghargai sistem nilai, bukan materi atau harta.

Di sekolah dasar, anak-anak diajarkan sistem nilai moral melalui empat aspek, yaitu Menghargai Diri Sendiri (Regarding Self), Menghargai Orang Lain (Relation to Others), Menghargai Lingkungan dan Keindahan (Relation to Nature & the Sublime), serta menghargai kelompok dan komunitas (Relation to Group & Society). Keempatnya diajarkan dan ditanamkan pada setiap anak sehingga membentuk perilaku mereka.

Pendidikan di SD Jepang selalu menanamkan pada anak-anak bahwa hidup tidak bisa semaunya sendiri, terutama dalam bermasyarakat. Mereka perlu memerhatikan orang lain, lingkungan, dan kelompok sosial. Tak heran kalau kita melihat dalam realitanya, masyarakat di Jepang saling menghargai. Di kendaraan umum, jalan raya, maupun bermasyarakat, mereka saling memperhatikan kepentingan orang lain. Rupanya hal ini telah ditanamkan sejak mereka berada di tingkat pendidikan dasar.
Empat kali dalam seminggu, anak saya kebagian melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Ia harus membersihkan dan menyikat WC, menyapu dapur, dan mengepel lantai. Setiap anak di Jepang, tanpa kecuali, harus melakukan pekerjaan-pekerjaan itu. Akibatnya mereka bisa lebih mandiri dan menghormati orang lain.
Kebersahajaan juga diajarkan dan ditanamkan pada anak-anak sejak dini. Nilai moral jauh lebih penting dari nilai materi. Mereka hampir tidak pernah menunjukkan atau bicara tentang materi. Anak-anak di SD Jepang tidak ada yang membawa handphone, ataupun barang berharga. Berbicara tentang materi adalah hal yang memalukan dan dianggap rendah di Jepang.

Keselarasan antara pendidikan di sekolah dengan nilai-nilai yang ditanamkan di rumah dan masyarakat juga penting. Apabila anak di sekolah membersihkan WC, maka otomatis itu juga dikerjakan di rumah. Apabila anak di sekolah bersahaja, maka orang tua di rumah juga mencontohkan kebersahajaan. Hal ini menjadikan moral lebih mudah tertanam dan terpateri di anak.
Dengan kata lain, orang tua tidak “membongkar” apa yang diajarkan di sekolah oleh guru. Mereka justru mempertajam nilai-nilai itu dalam keseharian sang anak.
Saat makan siang tiba, anak-anak merapikan meja untuk digunakan makan siang bersama di kelas. Yang mengagetkan saya adalah, makan siang itu dilayani oleh mereka sendiri secara bergiliran. Beberapa anak pergi ke dapur umum sekolah untuk mengambil trolley makanan dan minuman. Kemudian mereka melayani teman-temannya dengan mengambilkan makanan dan menyajikan minuman.
Hal seperti ini menanamkan nilai pada anak tentang pentingnya melayani orang lain. Saya yakin, apabila anak-anak terbiasa melayani, sekiranya nanti menjadi pejabat publik, pasti nalurinya melayani masyarakat, bukan malah minta dilayani.
Saya sendiri bukan seorang ahli pendidikan ataupun seorang pendidik. Namun sebagai orang tua yang kemarin kebetulan melihat sistem pendidikan dasar di SD Negeri Jepang, saya tercenung. Mata pelajaran yang menurut saya “berat” dan kerap di-“paksa” harus hafal di SD kita, tidak terlihat di sini. Satu-satunya hafalan yang saya pikir cukup berat hanyalah huruf Kanji. Sementara, selebihnya adalah penanaman nilai.
Besarnya kekuatan industri Jepang, majunya perekonomian, teknologi canggih, hanyalah ujung yang terlihat dari negeri Jepang. Di balik itu semua ada sebuah perjuangan panjang dalam membentuk budaya dan karakter. Ibarat pohon besar yang dahan dan rantingnya banyak, asalnya tetap dari satu petak akar. Dan akar itu, saya pikir adalah pendidikan dasar.
Sistem pendidikan Jepang seperti di atas tadi, berlaku seragam di seluruh sekolah. Apa yang ditanamkan, apa yang diajarkan, merata di semua sekolah hingga pelosok negeri. Mungkin di negeri kita banyak juga sekolah yang mengajarkan pembentukan karakter. Ada sekolah mahal yang bagus. Namun selama dilakukan terpisah-terpisah, bukan sebagai sistem nasional, anak akan mengalami kebingungan dalam kehidupan nyata. Apalagi kalau sekolah mahal sudah menjadi bagian dari mencari gengsi, maka satu nilai moral sudah berkurang di sana.
Di Jepang, masalah pendidikan ditangani oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, dan Ilmu Pengetahuan Jepang (MEXT) atau disebut dengan Monkasho. Pemerintah Jepang mensentralisir pendidikan dan mengatur proses didik anak-anak di Jepang. MEXT menyadari bahwa pendidikan tak dapat dipisahkan dari kebudayaan, karena dalam proses pendidikan, anak diajarkan budaya dan nilai-nilai moral.
Mudah-mudahan dikeluarkannya kata “Budaya” dari Departemen “Pendidikan dan Kebudayaan” sehingga “hanya” menjadi Departemen “Pendidikan Nasional” di negeri kita, bukan berarti bahwa pendidikan kita mulai melupakan “Budaya”, yang di dalamnya mencakup moral dan budi pekerti.
Hakikat pendidikan dasar adalah juga membentuk budaya, moral, dan budi pekerti, bukan sekedar menjadikan anak-anak kita pintar dan otaknya menguasai ilmu teknologi. Apabila halnya demikian, kita tak perlu heran kalau masih melihat banyak orang pintar dan otaknya cerdas, namun miskin moral dan budi pekerti. Mungkin kita terlewat untuk menginternalisasi nilai-nilai moral saat SD dulu. Mungkin waktu kita saat itu tersita untuk menghafal ilmu-ilmu “penting” lainnya.
Demikian sekedar catatan saya dari menghadiri pertemuan orang tua di SD Jepang.


Catatan Gendut 79 :
Ane setuju dengan artikel ini, saat penulis menyatakan bahwa pendidikan dasar pada anak tidak hanya menfokuskan menjadi anak pintar dan menguasai IPTEK, namun moral, budi pekerti dan budaya. Jangan heran kenapa Di Jepang, karena sejak kecil ditanamkan moral dan budi pekerti, hingga dewasa landasan tersebut dipakai saat beraktivitas sehari-hari dan jarang adanya perbuatan tercela seperti KORUPSI, manipulasi, dll. Di bandingkan di Indonesia, anak-anak TK harus dipaksakan untuk mengerti berhitung dan membaca seperti anak SD. Anak SD harus dibebankan pelajaran-pelajaran berat dan padat. Pandai namun miskin moral saat nanti dewasa.

Sumber: kaskus

Rabu, 10 Februari 2016

10 Benda yang Harus Dibawa Ketika ke Luar Negeri

Sebelum pergi ke luar negeri, tentunya kita harus menyiapkan rencana apa saja yang mau kita lakukan di sana dan benda apa saja yang harus dibawa. Tentunya kita tidak ingin jika liburan kita menjadi terganggu, apabila kelupaan membawa sesuatu. Dalam bepergian ke luar negeri tersebut ada beberapa benda penting yang wajib untuk dibawa. Berikut ini sepuluh benda yang harus dibawa ketika ke luar negeri.
 Sungguh tidak menyenangkan rasanya jika harus menunggu pesawat tiba atau berangkat. Untuk mencegah kebosanan tersebut, seliipkan beberapa buku atau majalah kesukaan Agan ke dalam tas. Atau bisa juga Agan membeli bahan bacaan di salah satu toko yang ada di bandara. Buku menjadi salah satu dari benda penting yang bisa Agan baca untuk mengisi waktu bosan Agan. Lebih baik membaca buku daripada memainkan salah satu gadget yang Anda bawa.

Quote:9. Buku Catatan dan Alat Tulis

Bawalah buku catatan kecil dan alat tulis dalam perjalanan Agan. Buku catatan ini selain berguna untuk mencatat hal-hal penting selama perjalanan Agan, bisa juga digunakan untuk mencatat segala rencana yang akan Agan lakukan. Catat juga segala pembayaran yang telah Agan lakukan selama bepergian. Catatan ini bisa saja bisa menjadi bahan pertimbangan apabila Agan ingin merencakan kembali mengunjungi negara tersebut.


Quote:8. Kompas

Kompas menjadi salah satu benda penting yang juga wajib Agan bawa ketika bepergian. Apalagi ketika Agan melakukan perjalanan sampai ke daerah terpencil. Bepergian di negeri asing sampai tersesat adalah suatu hal yang memalukan. Beruntungnya kita hidup era modern di mana bila kita tidak bisa menemukan kompas, kita bisa mencarinya lewat aplikasi di smartphone. Walaupun tentunya lebih bagus apabila kita menggunakan kompas yang sebenarnya daripada di smartphone karena baterai smartphone suatu saat bisa saja habis.


Quote:7. Perlengkapan Digital

Sangatlah penting untuk membawa perlengkapan digital dalam perjalanan apabila Agan ingin perjalanan Agan menjadi lebih menyenangkan. Pastikan charger, kabel, handphone, kamera, tablet, laptop, baterai cadangan dan colokan universal sudah Agan masukkan ke dalam tas. Isi semua baterai alat digital Agan sehari sebelumnya sampai penuh. Jangan sampai ketika ingin menggunakan handphone, Agan harus sibuk mencari stopkontak karena lupa mengisi baterainya.


Quote:6. Pakaian Lebih

Persiapkan pakaian yang akan Agan bawa dalam perjalanan liburan Agan. Jangan lupa untuk melihat perkiraan cuaca sebagai bantuan dalam memilih pakaian. Tentunya, Agan tidak ingin acara jalan-jalan Agan menjadi berantakan karena membawa pakaian yang tidak sesuai dengan keadaan cuaca di negeri tempat tujuan Agan. Selalu siapkan juga pakaian lebih sebagai antisipasi keadaan darurat.


Quote:5. Tas

Tidak mungkin kita ke luar negeri tanpa membawa perlengkapan apapun. Perlengkapan yang segitu banyaknya tentu dibutuhkan wadah untuk membawanya. Untuk itulah gunanya tas travel. Agan bisa tentukan perlengkapan apa saja yang akan Agan bawa dan masukkan ke dalam tas. Jangan lupa pastikan tas yang digunakan dapat menampung semua barang keperluan Agan selama Anda bepergian. Siapkan juga tas ukuran lebih kecil sebagai tas yang Anda gunakan sehari-hari ketika berada diluar negeri.


Quote:4. Panduan Perjalanan

Bepergian ke suatu negara yang baru tentunya akan membutuhkan buku panduan perjalanan. Pastikan buku panduan yang Agan bawa berisikan informasi berguna atau Agan akan tersesat di negeri orang. Pastikan ada info tempat wisata apa saja yang menarik untuk dikunjungi, info mengenai kendaraan umum yang dapat digunakan, serta jangan lupa untuk membawa kamus bahasa apabila Agan kesulitan dalam bercakapan dengan warga lokal.


Quote:3. Obat-obatan

Bermasalah dengan kesehatan? Sebelum bepergian jauh ada baiknya Agan meyiapkan obat-obatan khusus yang Agan butuhkan. Perhatikan jenis obat apa yang akan Agan bawa tersebut. Beberapa bandara memiliki peraturan ketat akan obat apa saja yang diperbolehkan untuk dibawa terutama apabila bentuk obat tersebut adalah cairan. Bila takut disangka membawa obat terlarang, Agan bisa saja menyiapkan surat keterangan obat dari apotek atau juga dari dokter.


Quote:2. Uang

Pastikan sebelum Agan pergi ke luar negeri untuk menyiapkan mata uang yang sesuai dengan negera yang Agan kunjungi. Perhitungkan jumlah uang yang Agan bawa agar tidak perlu repot lagi menukarkan uang di tempat penukaran mata uang. Selalu siapkan juga uang lebih sebagai antisipasi bila ada keperluan mendadak. Walaupun sudah menyiapkan uang cash, jangan lupa juga menyediakan kartu kredit sebagai alat pembayaran darurat. Tentunya pastikan kartu kredit yang dibawa juga bisa digunakan.


Quote:1. Dokumen Penting

Tentunya Agan tidak ingin perjalanan ke luar negeri menjadi terhambat karena tidak membawa dokumen penting seperti passport atau visa. Passport dan visa merupakan dokumen penting yang wajib Agan bawa ketika Agan memutuskan untuk melakukan perjalanan ke luar negeri. Masih beruntung jika Agan kelupaan membawa benda-benda ini ketika masih di negeri asal, apabila dokumen penting seperti hilang setelah Agan tiba di negera asing, Agan akan mendapatkan masalah yang besar. Ada beberapa orang yang menyarankan untuk jangan lupa memfotokopi dokumen penting ini untuk masalah keamanan.
Sumber: Kaskus

Senin, 08 Februari 2016

6 Alasan Kenapa Kamu Harus Bekerja Keras dan Menimbun Uang di Usia 20-an

Usia 20-an merupakan usia paling produktif. Namun, biasanya banyak anak muda yang gak memanfaatkannya untuk berjuang keras demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Di usia ini, mereka justru asyik main ke berbagai tempat dan mengatasnamakan gejolak darah muda.
Padahal, jika tidak memanfaatkannya untuk hal yang positif, masa mudamu akan percuma.
Kamu yang sekarang berada di usia 20-an, 

1. Sebagai bekal untuk jenjang kehidupan yang dimasa depan.
Usia 20-an merupakan permulaan dari serangkaian fase hidup yang akan kamu alami selanjutnya. Mulai dari menikah, membangun sebuah keluarga, hingga memiliki keturunan. Menimbun banyak uang di usia 20-an tentu merupakan hal positif yang bisa kamu lakukan. Dengan begini, kamu jadi punya bekal yang cukup untuk menghadapi fase hidupmu yang selanjutnya.


2. Membuatmu memiliki rencana jangka panjang yang lebih jelas.


Memiliki banyak uang juga akan membuka mata dan membuatmu memiliki rencana jangka panjang yang jelas ke depannya. Kamu jadi punya gambaran kemana aliran uang yang sudah kamu miliki ini. Mungkin saja untuk mengangsur KPR, asuransi kesehatan, investasi, membuka bisnis sendiri atau untuk membahagiakan orangtua. Memiliki dana yang cukup di usia 20-an bisa jadi kompas pemandumu ke depan. Bahkan, kamu kan terpacu dan memiliki target yang jelas demi masa depan.

3. Gak lagi merepotkan orangtua, kamu justru bisa membahagiakan mereka.


Usia 20-an juga merupakan simbol kemandirian. Di usia kepala dua ini kita harus mampu menunjukkan pada ayah dan ibu bahwa kita bisa bertanggung jawab terhadap hidup kita sendiri. Selain itu, tak lagi menggantungkan hidup kepada mereka juga merupakan salah satu hal yang akan membuat mereka bangga padamu. Kamu yang dinilai sudah dewasa tak lagi jadi peminta uang saku, namun justru mulai bisa membelikan ayah dan ibu sesuatu.

4. Jangan biarkan masa mudamu terbuang percuma dan hanya untuk senang-senang saja.


Tentu saja tak ada yang melarangmu untuk bersenang-senang dan menikmati hidup mumpung umurmu masih muda. Traveling, nongkrong, hingga membeli barang-barang yang disukai demi mengikuti tren masa kini itu sah-sah saja. Namun, kegiatan menikmati hidup sedemikian rupa justru akan jadi sia-sia jika kamu tak mengimbanginya dengan kerja keras. Terbiasa hanya bersenangsenang di usia muda akan membuatmu tak punya mental yang kuat di usia senja.

5. Mumpung masih muda, staminamu masih kuat terjaga


Usia muda membuatmu memiliki stamina dan kesehatan yang masih terjaga. Kamu masih kuat jika harus terjun langsung ke lapangan. Untuk menatap layar komputer dalam jangka waktu lama juga oke-oke saja. Bahkan, serangkaian jam lembur juga masih bisa kamu jalani.
Karena hal inilah kamu harus bisa memanfaatkannya sebaik mungkin. Jangan malas untuk bekerja mumpung masih memiliki modal kesehatan. Inilah kesempatanmu bekerja giat demi mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya.

6. Supaya masa tuamu terjamin dan kamu gak hidup susah nantinya.


Apapun kondisinya, kamu memang harus mandiri dan tak bergantung dengan orang lain. Bahkan, nanti ketika usiamu sudah senja. Mengumpulkan banyak uang di usia muda bisa dijadikan solusinya. Hal ini bisa dijadikan bekal hari tua. Supaya masa senjamu terjamin dan kamu gak perlu hidup susah karena bekal yang sudah kamu kumpulkan mulai dari sekarang. Nah, sudah tahu alasannya bukan? 

Yuk mulai dari sekarang! Ingat, daripada kamu menyesal di masa tuamu nanti.

Sumber :Kaskus