.
Tampilkan postingan dengan label [Hadware]. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label [Hadware]. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Januari 2016

Jangan Format Flashdisk Kamu Jadi NTFS Jika Tidak Mau Seperti Ini

Setelah sebelumnya kita telah membahas mengenai FAT32, NTFS, exFAT, Mana Format Partisi Harddisk yang Paling Bagus?, melalui artikel berikut ini mari kita ulas lebih mendalam lagi mengenai partisi apa sih yang paling cocok dengan Flashdisk kesayangan kamu.


Jangan Format Flashdisk Kamu Jadi FAT32 Jika..

Apabila kamu belum menyadari, semua Flashdisk yang selama ini kita jumpai memiliki format partisi yang sama. Perangkat penyimpanan portable tersebut menggunakan FAT32 sebagai format partisi standarnya. Mengapa demikian? Bukankah FAT32 merupakan format partisi yang sudah tua dan masih banyak jenis partisi yang lebih modern?
format-partisi-flashdisk-1
Jawabannya ialah karena Flashdisk merupakan media penyimpanan yang memang sering digunakan untuk beragam perangkat dan sistem operasi. Dikarenakan FAT32 adalah jenis partisi yang sudah lama hadir, maka perangkat dan sistem operasi yang compatible dengan partisi tersebut akan lebih banyak dibandingkan dengan yang lain.
Akan tetapi, permasalahan mulai muncul ketika kamu harus menyalin file-file yang berukuran di atas 4 GB, seperti contohnya file ISO, installer game tunggal, file kompresi, dan lain-lain. FAT32 tidak dapat menyimpan file-file besar dengan ukuran di atas 4 GB tersebut. Walaupun Flashdisk kamu memiliki ukuran penyimpanan hingga 16 GB pun, file berukuran besar itu tidak dapat disimpan.
Maka dari itu, jenis partisi NTFS hadir untuk menyelesaikan masalah yang sudah umum terjadi itu. NTFS hampir tidak memiliki batasan dalam ukuran penyalinan file tunggal. Ia bahkan dilengkapi dengan fitur kuota hingga keamanan yang lebih baik.

Tapi, Jangan Format Flashdisk Kamu Jadi NTFS Jika..

Nah tapi, pasti kamu akan mengalami masalah yang cukup merepotkan apabila kamu sering beraktivitas menggunakan beragam perangkat dan beragam sistem operasi. Ini dikarenakan NTFS adalah format partisi yang masih tergolong baru dan belum banyak perangkat yang mendukung. Jangankan perangkat portable lainnya, sistem operasi seperti Mac OS bahkan tidak dapat menulis ke perangkat dengan format partisi NTFS.
format-partisi-flashdisk-2
Jadi, kamu perlu memperhatikan perilaku sehari-hari ya. Jika kamu sadar bahwa kamu sering meng-copy file dengan ukuran yang besar, maka NTFS bisa menjadi pilihan yang tepat. Akan tetapi, jika kamu membutuhkan Flashdisk dengan kompatibilitas yang tinggi, maka jenis partisi FAT32 masih menjadi pilihan utama untuk kamu.
Untuk info lengkap mengenai perbandingan kompatibilitas dari masing-masing partisi, kami juga dapat tabel yang telah disusun oleh tim How-to Geek nih.



format-partisi-flashdisk-3

Sumber: Jalan Tikus

Selasa, 17 Juni 2014

6 Tips Mencegah Pembobolan Rekening ATM

6 Tips Mencegah Pembobolan Rekening ATM

TIPS !!!!
ENAM TIPS MENCEGAH PEMBOBOLAN REKENING ATM
Teknologi yang digunakan para penjahat cyber semakin lama juga semakin canggih. Tak ayal, pihak perbankan pun harus memiliki sistem keamanan yang kuat untuk menghadangnya. Meski demikian, untuk terhindar dari tindak kriminal ini juga diperlukan peran aktif nasabah. Simak 6 kiat untuk menghalau aksi pembobolan rekening ini menurut M. Salahuddien, Wakil Ketua Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII):
1. Gunakan hanya kartu chip
Kalau bank Anda belum memberikan kartu chip, Anda bisa minta ganti dan jangan menggunakan untuk transaksi sebelum diganti. Aturan Bank Indonesia (BI) yang baru, sejak Januari 2010 kartu yang resmi dan boleh digunakan hanya kartu jenis chip.
2. Lindungi kode 3 angka (CVV2) di belakang kartu Anda.
Kecuali untuk otorisasi transaksi online, kode itu tidak akan pernah digunakan untuk transaksi konvensional di mesin ATM, atau di counter EDC merchant. Tutup 3 angka di belakang kartu itu dengan sticker, selotip apa saja yang tidak transparan
3. Ubah PIN Anda sesering mungkin.
Parameternya sederhana, ketika Anda cukur rambut, ganti kaos kaki (karena mulai bau), atau ganti sikat gigi (karena sudah mulai kusut) atau setiap kali cek angin ban kendaraan, itulah saatnya mengganti PIN kartu ATM Anda. Misalnya di pom bensin, biasanya sekarang ada mesin ATM, Anda bisa mengganti PIN ketika sedang transaksi pembelian BBM.
4. Jangan pernah memberikan informasi pin dan data pribadi yang biasa digunakan untuk otorisasi perbankan kepada siapapun dengan alasan apapun termasuk pada customer service bank.
5. Berhati-hati apabila menerima tawaran dari telemarketing seperti itu, karena biasanya persetujuan yang anda berikan akan diterjemahkan sebagai kesediaan untuk melakukan auto debet terhadap account anda.
6. Awasi terus keberadaan kartu Anda ketika berada di counter merchant
Jangan biarkan kartu itu dibawa kemana-mana dan digesek ke mesin yang berbeda berkali-kali. Lebih baik Anda membatalkan transaksi dan tidak usah menandatangani apapun dan laporkan ke bank penerbit apabila curiga dengan kondisi di suatu counter merchant.
Awasi juga kondisi mesin EDC, apakah nampak ada perangkat tambahan atau sambungan kabel tambahan yang mencurigakan. Tapi ini perlu pemahaman teknis, pengguna awam biasanya tentu akan sulit membedakan.
Kita mesti ingat, begitu kita gesek kartu itu, maka semua informasi penting akan tercatat oleh mesin EDC dan sebagian bahkan di print out. Seperti nama, nomor kartu dan tanggal masa berlaku (kadang kala tanggal mulai menggunakan).
Seseorang tidak perlu punya ingatan super untuk menghapal deretan kode angka yang tertera di kartu. Kalau Anda lengah cukup banyak waktu bisa digunakan pelaku untuk mencatat informasi itu (thrashing). Bahkan mereka bisa saling kerja sama misalnya berdua, satu orang sengaja mengalihkan perhatian Anda dan satunya yang membawa kartu mencatat atau bahkan menggesekkan kartu anda ke mesin skimming yang tidak terlihat.